STRATEGI DINAS SOSIAL DALAM PEMBERIAN LAYANAN BAGI ANAK PUTUS SEKOLAH MELALUI PROGRAM PENGEMBANGAN KETERAMPILAN DI KOTA BANDAR LAMPUNG
Abstract
Kajian terhadap strategi yang diterapkan oleh Dinas Sosial dalam mengelola serta menyediakan layanan bagi anak putus sekolah melalui program pengembangan keterampilan menjadi hal yang penting, guna meningkatkan efektivitas serta memperluas jangkauan program di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Dinas Sosial Kota Bandar Lampung dalam memberikan layanan kepada anak putus sekolah melalui program pengembangan keterampilan, serta mengidentifikasi bentuk layanan yang disediakan dalam program tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian meliputi pejabat dan staf Dinas Sosial Kota Bandar Lampung yang terlibat dalam pelaksanaan program, anak putus sekolah sebagai peserta program, serta orang tua atau wali peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan oleh Dinas Sosial Kota Bandar Lampung dalam memberikan layanan kepada anak putus sekolah melalui program pengembangan keterampilan menghadapi berbagai tantangan, namun tetap diupayakan secara optimal melalui kerja sama dengan lembaga pelatihan dan dunia usaha. Layanan yang diberikan meliputi pelatihan keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja, pendampingan dalam pengembangan usaha mandiri, serta fasilitasi akses terhadap pendidikan nonformal. Meskipun demikian, efektivitas program masih terkendala oleh rendahnya aksesibilitas dan sosialisasi, keterbatasan sumber daya manusia dan sarana prasarana, serta minimnya dukungan pendanaan yang berkelanjutan. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar Dinas Sosial meningkatkan strategi komunikasi dan sosialisasi dengan memanfaatkan media digital seperti media sosial, website resmi, dan aplikasi berbasis teknologi agar informasi dapat menjangkau lebih luas. Selain itu, peningkatan kapasitas tenaga pelaksana serta penyediaan fasilitas yang memadai perlu menjadi prioritas. Upaya memperoleh sumber pendanaan tambahan melalui kerja sama dengan sektor swasta, program CSR perusahaan, serta organisasi non-pemerintah juga diperlukan untuk menjamin keberlanjutan program dan memperluas manfaat bagi anak putus sekolah di Kota Bandar Lampung.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Amirullah dan Budiyono, 2019. Sistem Informasi Manajemen, Pengantar Manajemen. Graha Ilmu, Bandung
Budi W. Soetjipto, 2020. Manajemen Sumber Daya Manusia. PT Rafika Aditama, Bandung
Fandy Tjiptono, 2019. Service Management: Mewujudkan Layanan Prima Andi Yogyakarta
Fatah Yasin, 2018. Dimensi-dimensi Pendidikan Anak . Bumi Aksara, Jakarta
Herlinawati, 2019. Strategi Penjangkauan Anak Tidak Sekolah Melalui Program Indonesia Pinter. Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Volume 12, Nomor 1
Mardiasmo dalam Ningtihana et al., 2021. Strategi Pengembangan Keterampilan. Andi Offset. Yogyakarta
Muhammad Rifai, 2019. Sosiologi Keberadaan Anak, Ar-Ruzz media, Yogyakarta
Ratminto, 2019. Manajemen Pelayanan. Pustaka Pelajar, Yogyakarta
Sondang Siagian, 2018. Manajemen Strategi Sektor Publik Pustaka Media Jakarta
Sudarmanto,2019. Kinerja dan Pengembangan Kompetensi SDM (Teori, Dimensi Pengukuran dan Implementasi dalam Organisasi). Pustaka Pelajar, Yogyakarta.
Sugiyono, 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. PT Alfabet Bandung
Taufiqurokhman, 2016. Manajemen Strategik. Gramedia Indonsia, Jakarta
Trismansyah, 2019. Anak Putus Sekolah dan Permasalahanya, Percetakan Rosda Karya, Jakarta.
Zanu Venti Ryana, 2022. Strategi Penanganan Anak Putus Sekolah di Provinsi Lampung, Penelitian, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung
DOI: http://dx.doi.org/10.36448/ejkpp.v12i2.5010
Refbacks
- There are currently no refbacks.

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.



