Kinerja Organisasi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Cineam Kecamatan Cineam Kabupaten Tasikmalaya
Abstract
Penelitian ini membahas tentang kinerja Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Cineam melalui pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Kajian penelitian difokuskan pada tingkat efisiensi, efektivitas, keadilan, dan daya tanggap BPD dalam menjalankan pemerintahan desa. Permasalahan yang dihadapi Badan Permusyawaratan Desa meliputi keterbatasan waktu dam kurangnya komitmen diantara anggota, keterbatasan anggaran desa, serta presepsi masyarakat terhadap pemerataan program dan bantuan. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen yang melibatkan anggota BPD, aparat desa, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Badan Permusyawaratan Desa telah mengimplementasikan fungsi dan kewenangannya sesuai regulasi yang berlaku, namun kinerjanya belum sepenuhnya optimal. Sehubungan dengan hal tersebut, diperlukan pengembangan kapasitas dan peran kelembagaan Badan Permusyawaratan Desa secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Creswell, J. W. (2017). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Fahmi, I. (2013). Manajemen sektor publik: Teori, konsep, dan aplikasi. Bandung: Alfabeta.
Febrianka, V. W. (2016). Kinerja koperasi: Studi tentang faktor-faktor penyebab tidak aktifnya Koperasi Gotong Royong Kota Blitar. Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik, 4(3).
Hilman, R. (2019). Kinerja Badan Permusyawaratan Desa dalam menyalurkan aspirasi masyarakat. Jurnal Civic Hukum, 4(2).
Krisdian, A. (2021). Peran Badan Permusyawaratan Desa dalam pengawasan dana desa di Desa Kuta Pinang Kecamatan Tebing Syahbandar Kabupaten Serdang Bedagai. Jurnal Civic Hukum, 4(2).
Mahmudi. (2019). Manajemen kinerja sektor publik. Yogyakarta: STIM YKPN.
Mangkunegara, A. P. (2005). Evaluasi kinerja sumber daya manusia. Bandung: Refika Aditama.
Mardiyah, S. A. (2019). Analisis peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam penyelenggaraan pemerintahan di Desa Pao Kecamatan Tombolopao Kabupaten Gowa. Jurnal Ilmu Pemerintahan, 12(2), 108–115.
Pasolong, H. (2019). Teori administrasi publik. Bandung: Alfabeta.
Rivai, V. (2013). Manajemen sumber daya manusia untuk perusahaan (1st ed.). Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Sembiring, M. (2012). Budaya dan kinerja organisasi. Bandung: Alfabeta.
Siagian, S. P. (2008). Manajemen sumber daya manusia. Jakarta: Bumi Aksara.
Sinaga, O. S., Hasibuan, A., Efendi, E., Priyojadmiko, E. E., Butarbutar, M., Purba, S., Karwanto, Silalahi, M., Hidayatulloh, A. N., & Muliana, M. (2021). Manajemen kinerja dalam organisasi. Medan: Yayasan Kita Menulis.
Sinambela, L. P. (2012). Kinerja pegawai: Teori, pengukuran, dan implikasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Sugiyono. (2023). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sutrisno, E. (2010). Manajemen sumber daya manusia. Jakarta: Kencana.
Tangkilisan, H. N. S. (2005). Manajemen publik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Wibowo. (2013). Manajemen kinerja. Jakarta: RajaGrafindo Persada
DOI: http://dx.doi.org/10.36448/ejkpp.v12i2.4927
Refbacks
- There are currently no refbacks.

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.



