Pengaruh Leverage, Likuiditas, dan Profitabilitas terhadap Financial Distress pada Perusahaan Subsektor Tekstil yang Terdaftar di Bursa efek Indonesia
Abstract
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh leverage, likuiditas, dan profitabilitas terhadap kondisi financial distress pada perusahaan subsektor tekstil yang tercatat di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020–2023. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya kondisi keuangan perusahaan tekstil yang terlihat dari tingginya tingkat utang, kemampuan likuiditas yang belum stabil, serta rendahnya tingkat profitabilitas perusahaan sehingga berpotensi menimbulkan financial distress. Dalam penelitian ini, leverage diukur menggunakan Debt to Asset Ratio (DAR), likuiditas menggunakan Current Ratio (CR), profitabilitas menggunakan Return on Assets (ROA), sedangkan financial distress dianalisis dengan metode Altman Z-Score. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan explanatory survey. Sumber data penelitian berupa data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan subseektor tekstil yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2020–2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan menghasilkan 11 perusahaan sebagai sampel penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan bantuan aplikasi Eviews 12 melalui pengujian Chow Test, Hausman Test, dan Lagrange Multiplier untuk menentukan model terbaik. Selain itu, penelitian juga menggunakan uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa leverage yang diproksikan dengan DAR memiliki pengaruh signifikan terhadap financial distress. Likuiditas yang diukur menggunakan CR juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap financial distress. Sementara itu, profitabilitas yang diproksikan dengan ROA tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap financial distress. Secara bersama-sama, leverage, likuiditas, dan profitabilitas terbukti memberikan pengaruh signifikan terhadap financial distress pada perusahaan subsektor tekstil yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2023. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa kemampuan variabel independen dalam menjelaskan financial distress mencapai 98,80%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, perusahaan disarankan untuk lebih optimal dalam mengelola utang serta menjaga kemampuan likuiditas agar kondisi financial distress dapat diminimalkan. Investor juga perlu melakukan analisis rasio keuangan secara lebih teliti sebelum mengambil keputusan investasi. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambahkan variabel lain, seperti ukuran perusahaan, pertumbuhan penjualan, dan tata kelola perusahaan, serta menggunakan metode pengukuran financial distress yang berbeda agar hasil penelitian menjadi lebih luas dan mendalam.
Keywords
Full Text:
PDFDOI: http://dx.doi.org/10.36448/jmv.v14i2.4914
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Penerbit Journal: Program Studi Manajemen (S2) Program Pascasarjana Universitas Bandar Lampung

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
Technical Support by: RYE Education Hub


