Penerapan Manajemen 5S pada PT. Mega Petro Synergy Guna Memenuhi Kepuasan Pelanggan

Indriati A Gultom, Abdur Rasyid

Abstract


Manajemen 5S yang diciptakan dan diterapkan di Jepang telah terbukti mampu meningkatkan mobilitas perusahaan, meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya produksi, mempererat hubungan harmonis para pekerja serta mampu mencegah terjadinya kesalahan dan kecelakaan. Masalah pada penelitian ini yaitu masalah masih banyaknya komplin dari saipem pada manajemen di perusahaan PT. MPS. Perumusan masalah pada penelitian ini yaitu Bagaimana penerapan manajemen 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke) di PT. MPS guna memenuhi kepuasan pelanggan? Riset ini bertujuan untuk melihat bagaimana penerapan manajemen 5S, mengetahui apa saja yang harus dilakukan MPS dalam memperbaiki manajemen sesuai dengan manajemen 5S sebagai langkah menemukan solusi bagi MPS guna memenuhi kepuasan pelanggan. Metode yang digunakan penelitian deskriptif kualitatif ini dimaksudkan untuk mengungkap kondisional manajemen MPS. Metode pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, telaah dokumen terkait. Metode analisis data pada peneliti akan membuat buat kolom matriks yang berisikan mengenai Teori 5S. Hasil dari analisis penelitian ini yaitu . (1) Dalam penyediaan tenaga kerja ahli yang berkualitas MPS tidak menentukan dengan jelas bagaimana langkah kebijakan maupun promosi manajemen untuk melakukan improvisasi dan penetrasi terhadap visi dan misi perusahaan. (2) MPS perlu melakukan perbaikan – perbaikan dalam mekanisme manajemen. (3) MPS belum menerapkan manajemen 5S dalam kaitannya kebanggaan bagi anggota perusahaan maupun guna memenuhi kepuasan pelanggan - pelanggannya serta meningkatkan elektabilitas perusahaan. (4) Perbedaan individual dan personalitas dalam perusahan menyulitkan perusahaan untuk membuat standarisasi benar salah bagi setiap orang. (5) Para pekerja belum peka dan belum memiliki tanggung jawab kebersamaan. (6) Secara umum permasalahan yang timbul kepermukaan dapat diselesaikan dan dicegah melalui manajemen 5S. (7) Antusiasme seluruh anggota organisasi secara mendasar dapat menerima pembaruan kebijakan manajemen. (8) Komplainan yang banyak jumlahnya dari pihak Saipem merupakan rasa ketidakpuasan mereka terhadap pelayanan. (9) Kurangnya dukungan perusahaan dalam penyediaan sarana dan prasarana, sehingga apapun kebijakannya tidak dapat dijalankan dengan baik. Seluruh permasalahan yang timbul mampu diselesaikan dan dicegah dengan manajemen 5S. hasil kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa manajemen 5S mampu memperbaiki kinerja manajemen MPS Disisi lain MPS diharapkan mampu memenuhi segala kebutuhan perencanaan penerapan manajemen 5S. Implikasi yang dapat diterapkan yakni membuat rancangan target manajemen 5S, anggaran dan kebulatan tekad seluruh anggota organisasi. Mengkampanyekan “satu terbaik” merupakan tekad efisiensi perusahaan dalam menjalankan mekanisme manajemen.

5S management created and implemented in Japan has been proven to increase the mobility of enterprises, improve productivity, reduce production costs, strengthen the harmonious relations of those employed and able to prevent the occurrence of errors and accidents. The problem in this research is the issue still many complaints from Saipem in the management of PT. MPS. The formulation of the problem in this research is How the implementation of 5S management (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu and Shitsuke) PT. MPS to meet customer satisfaction? This research aims to see how the implementation of 5S management, knowing what needs to be done in improving the management of MPS according to 5S management as a step to find a solution for the MPS to meet customer satisfaction. The method used is a qualitative descriptive study intended to reveal conditional MPS management. Methods of data collection are interviews, observations, review of related documents. Methods of data analysis in research will make for the column that contains the 5S theory. The results of the analysis of this research is. (1) In the provision of manpower qualified experts MPS does not specify clearly how the policy measures and promotion management to improvise and penetration of the vision and mission of the company. (2) MBPS need to make improvements - improvements in management mechanisms. (3) MPS yet to implement 5S management in relation pride for member companies as well as to meet customer satisfaction - customers and increase elektabilitas company. (4) Individual differences and personality in the company difficult for the company to standardize the right one for everyone. (5) The workers have not been sensitive and yet have the responsibility of togetherness. (6) In general the problems that arise to the surface can be solved and prevented through 5S management. (7) The enthusiasm of all members of the organization fundamentally can receive policy updates management. (8) Komplainan vast number of parties Saipem is a sense of dissatisfaction with the service. (9) The lack of corporate support in the provision of facilities and infrastructure, so whatever policies can not be executed properly. All the problems that arise can be completed and prevented by the 5S management. the conclusions of this study showed that the 5S management capable of improving management performance MPS MPS other hand, is expected to meet all the needs of planning the implementation of 5S management. The implications that can be applied namely to draft targets 5S management, the budget and the determination of the entire organization. Are campaigning for "the best" is determined to strengthen the company's efficiency in running the management mechanism.


Keywords


Manajemen; Penerapan Manajemen 5S; Kepuasan Pelanggan; Management; Implementation of 5S Management; Customer Satisfaction.

Full Text:

PDF

References


Fahmi, Irham. 2012. Manajemen Teori, Kasus dan Solusi. Bandung: CV Alfabeta.

Gerson, Richard. F. 2004. Mengukur Ke-puasan Pelanggan, Jakarta: PPM.

Ghony, M.D dan F. Almanshur. 2012. Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogjakarta : Ar-Ruzz Media.

Griffin, R.W. 2004. Manajemen, Edisi ke 7. Jakarta: Salemba Empat

Handoko, T. Hani. 2012. Manajemen: Edisi ke II cetakan ke 23. BPFE, Yogyakarta.

J. Supranto, 2001. Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan, Jakarta: Rineka Cipta.

Kotler, Philip dan Gary Armstrong, 1996, Principles of Marketing, Jakarta: Intermedia.

Kotler, Philip. 2000. Manajemen Pemasar-an. Jilid 2, Jakarta: Bumi Aksara.

Mowen, John. C dan Minor Michael. 2002. Perilaku Organisasi, Jakarta: Erlangga.

Neuman, Lawrence W. 2000. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches. Boston: Allyn and Bacon

Oliver, RL, 1997, A Cognitive Model of The Antecedents and Consequences of Satisfaction Decision, Journal of Marketing Research, vol. 17, No.4, Nopember, p.460-469

Osada, Takashi 2011. The 5S’s: Five Keys To A Total Quality Environtment. Sikap Kerja 5S. PPM dan Bisnis 2030. Jakarta (Terjemahan)

Sarosa, Samiaji. 2012. Penelitian Kua-litatif: Dasar – Dasar. Jakarta Barat: PT. Indeks.




DOI: http://dx.doi.org/10.36448/jmb.v4i1.705

Article Metrics

Abstract view : 681 times
PDF - 180 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Explore: Jurnal Sistem Informasi dan Telematika (Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika) Saat ini Terindeks:

Penerbit Jurnal:Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Bandar Lampung

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License

Technical Support by:  RYE Education Hub