Analisis Kenyamanan Pengguna Koridor Pada Pasar Bandarjaya Plaza

Hadi Hariyanto

Abstract


Pasar Bandarjaya Plaza merupakan pasar terbesar di Lampung Tengah. Kurang maksimalnya fungsi koridor yang terdapat pada pasar, mengakibatkan adanya permasalahan di dalam koridor pasar. Keadaan koridor pasar menunjukkan adanya okupansi koridor yang di lakukan oleh pedagang buah dengan asumsi bahwa area koridor merupakan area strategis untuk berjualan. Tujuan dilakukan penelitian tentang tingkat kenyamanan pengguna koridor pasar adalah untuk mendapatkan pengetahuan baru tentang kenyamanan pengguna koridor pada pasar tradisional serta dapat memberikan kontribusi positif kepada arsitek agar membuat koridor sesuai dengan ketentuan. Metode yang dipilih pada pembahasan yaitu metode gabungan yaitu metode kualitatif dan metode kuantitatif yang dilakukan secara berurutan, tahap pertama adalah metode kualitatif, pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara terbuka pada 30 orang responden yang dipilih dengan teknik incidental sampling. Tahap kedua adalah metode kuantitatif, pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan cara mendistribusikan kuesioner kepada 100 orang responden. Hasil temuan menunjukkan bahwa tingkat kenyamanan pengguna koridor terhadap okupansi koridor dengan skala rata-rata sebesar 2,5 dari nilai maksimal 4. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa tingkat kenyamanan pengguna koridor pasar rendah dan perlu adanya perbaikan dan peningkatan fasilitas penunjang pada koridor pasar tersebut

Keywords


Kenyamanan, Kepuasan, Koridor, Pasar Tradisional, Bandar Jaya

Full Text:

PDF

References


Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 112 Tahun 2007. Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional.

Creswell, J. W. (2003). Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches.

Badan Pusat Statistik Lampung Tengah, 2016. Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas Menurut Tingkat Pendidikan

Yang Ditamatkan Dan Jenis Kelamin Di Lampung Tengah. Lampung Tengah: Badan pusat Statistik Jakarta:

Penerbit Erlangga. 2008.

Gallion, Arthut B dan Eisner, Simon. 1986. The Urban Pattern: City Planning Design, Fifth Edition.

Hakim, R. dan H. Utomo. 2003. Komponen Perancangan Arsitektur Lanskap. Jakarta: Bumi Aksara.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1996. Definisi Pasar Tradisional. Jakarta: Depdikbud.

McCormick, E. J. dan M. S. Sanders. 1987. Human Factor in Engineering and Design. McGraw-Hill Chong Moh, Ltd., Singapura.

Mankiew, N. Gregory. 2007. Makro Ekonomi, Edisi ke-6. Jakarta: Erlangga.

Mujiyana & Elisa, Ingge. (2013). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Via Internet Pada Toko Online. Universitas Gunadarma.

Nazir, Moh. (2013). Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia. Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 70/M-DAG/PER/12/2013, Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern. Menteri Perdagangan Republik Indonesia.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 112 Tahun 2007, Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.

Sadillah, Emiliana dkk, 2011, Eksistensi Pasar Tradisional, Yogyakarta: Balai

Satwiko. 2009. Pengertian Kenyamanan Dalam Suatu Bangunan. Yogyakarta: Wignjosoebroto.

Sinaga Pariaman. 2004. Pasar Modern VS Pasar Tradisional. Jakarta: Kementerian Koperasi dan UKM




DOI: http://dx.doi.org/10.36448/ja.v9i1.1528

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

JURNAL ARSITEKTUR saat ini terindeks:

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License