Analisis Minat Berwirausaha Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Lampung Timur

Febrianto FEBRIANTO

Abstract


Kontribusi perguruan tinggi pada penciptaan tenaga kerja cukup signifikan, sehingga berpengaruh pada meningkatnya angka jumlah tenaga kerja. Jika antara jumlah tenaga kerja dan lapangan kerja tidak seimbang, maka pengangguran dan ketimpangan ekonomi akan menjadi masalah yang kian mendesak untuk segera diatasi. Minimnya jumlah pengusaha disuatu wilayah, menggambarkan rendahnya daya saing yang dimiliki. Untuk menunjang munculnya daya saing yang tinggi, peran serta pendidik untuk lebih aktif dalam memberikan motivasi menjadi pengusaha bagi peserta didiknya. Perguruan tinggi sebagai salah satu sarana dan pemberi fasilitas dalam membentuk generasi muda mempunyai kewajiban dalam melatih dan memberi memotivasi kepada mahasiswanya sehingga menjadi generasi cerdas, mandiri, kreatif, inovatif dan mampu membuat berbagai peluang usaha. Maka dari itu, setiap perguruan tinggi segera menyeimbangkan arah kebijakan perguruan tingginya antara lembaga riset pendidikan tinggi dengan lembaga pembentuk pengusaha. Mahasiswa setelah lulus dituntut untuk lebih inovatif dan kreatif dalam hal pengembangan diri mereka melalui pembuatan lapangan usaha, sehingga kedepan diharapkan dengan terciptanya lapangan pekerjaan yang luas maka pertumbuhan ekonomi di daerah akan ikut meningkat dan tingkat kemiskinan akan semakin menurun.

The contribution of college in the creation of labor significant, so that influential to increasing  the amount of labor. If the amount of labor and employment imbalanced, the unemployment and economic inequality will become an increasingly urgent issue to be addressed immediately. Inadequate number of entrepreneurs in a region, describe low competitiveness owned. To support the emergence of high competitiveness, the role of the educator to be more active in providing motivation for learners to be entrepreneurs. College as one of the means and facilitating role in shaping the young generation has an obligation to train and motivate the students to give to become savvy generation, independent, creative, innovative and able to make a variety of business opportunities. Therefore, each college immediately balance the college policy direction between institutions of college research institutions forming businessman. Students after graduation claimed to be more innovative and creative in terms of their personal development through the creation of level playing field, so that future expected with extensive job creation, economic growth in the region will also increase and poverty will decrease.


Keywords


Tenaga kerja; Enterpreneur; Wirausaha; Employment; Entrepreneur; Entrepreneurial.

Full Text:

PDF

References


Buchori Alma. 2011. Kewirausahaan. Bandung: Alfa Beta.

Ciputra. 2009. Quantum Leap: Bagaimana Entrepreneurship Mengubah Masa Depan Anda dan Masa Depan Bangsa. Jakarta: Elex Media Kompu-tindo, Kompas Gramedia.

Heijrahman R. Pandoyo. 1982. Wiraswasta Indonesia. Yogyakarta: BPFE.

Internet. (Online). (http://viewcomputer. wordpress. com) “Memahami Karak-teristik Kewirausahaan”.

Internet. (Online). (http://www.ekonomi. kompasiana.com). “Peranan Mataku-liah Kewirausahaan”.

Iinternet. (Online). (http://www.techno preuner studentwelfare.its.ac.id). “Pengembangan Kewirausahaan Mahasiswa”.

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuanti-tatif Kualitatif dan R&D. Bandung. Alfabeta.

Suharno, Bambang. 2007. Langkah Jitu Memulai Bisnis dari Nol. Indonesia. Penebar Swada.

Zimmerer, Thomas W, dkk. 2005. Kewira-usahaan dan Bisnis Kecil. Jakarta: Indeks.

Febrianto. 2013. Analisis Minat Berwirausaha Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Lampung Timur. Universitas Bandar Lampung.




DOI: http://dx.doi.org/10.36448/jmb.v3i2.600

Article Metrics

Abstract view : 544 times
PDF - 222 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.