Pengembangan Permukiman Pesisir Sukolilo Menggunakan Konsep Arsitektur Kontekstual (Studi Kasus: Kampung Nelayan Sukolilo Baru, Surabaya)

Franciscus Immanuel Mintardjo, Rizal Jannatan Firdaus, Sri Suryani Yuprapti Winasih

Abstract


Kebutuhan akan lahan hunian merupakan masalah yang sering dijumpai pada masa kini. Salah satu faktor utamanya adalah semakin terbatasnya keberadaan lahan, terutama di kawasan pesisir yang penyelesaiannya sering di wujudkan dengan menambah luas lahan permukiman melalui reklamasi pada batas-batas pantai. Seperti halnya pada kampung nelayan Sukolilo, dikarenakan keterbatasan lahan di permukiman, berdampak pada kurangnya fasilitas penunjang seperti ruang terbuka. Konversi lahan juga banyak dijumpai di jalan lingkungan kampung, jalan dan teras  rumah di alih fungsi menjadi tempat penunjang ekonomi. Solusi yang dilakukan oleh masyarakat yaitu reklamasi dalam skala kecil dan bertahap pada bibir pantai pesisir tersebut. Namun, reklamasi belum tergolong solutif bagi permukiman pesisir ini. Reklamasi secara massif dan spontan menimbulkan trauma pada ekosistem lingkungan eksisting. Maka, penulis berusaha untuk menghadirkan solusi dengan menerapkan metode perancangan kontekstual pada kawasan pesisir dengan harapan agar terciptanya lingkungan dan cara hidup yang baru bagi masyarakat pesisir Sukolilo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif – kualitatif dengan metode rancang arsitektur kontekstual. Penulis menggunakan metode pengumpulan data kualitatif dengan langkah observasi, pengumpulan data visual, dan wawancara dengan warga asli dari kampung nelayan Sukolilo, serta pengumpulan data dari dokumen literatur dan teori yang telah ada. Hasil dari perancangan adalah pengembangan kawasan pesisir dalam bentuk permukiman terapung yang memertahankan konteks lokal sebagai alternatif dari upaya reklamasi wilayah pesisir.

Keywords


permukiman; pesisir; pengembangan; kontekstual

Full Text:

PDF

References


Baun, P. (2008), Kajian Pengembangan Pemanfaatan Ruang Terbangun Di Kawasan Pesisir Kota Kupang, Program Pascasarjana Magister Teknik Pembangunan Wilayah Kota, Universitas Diponegoro.

Dharma, I., (2017), Respon Rumah Tradisional Suku Bajo Terhadap Iklim Tropis, IPLBI 2017, H097-H112.

Firgus, H. (2010), ‘Pengaruh Konteks Terhadap Desain Arsitektur Kontekstual’, Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia.

Nadya, E. and Winarto, E., 2019, ‘Pengembangan Desa Wisata Pengrajin Bambu Yogyakarta Dengan Pendekatan Localism’, BORDER, vol. 1, 41-50.

Najib, M., 2010, ‘Potensi dan Permasalahan Pengembangan Kawasan Permukiman Wisata Dusun Salena Palu’, ruang, vol. 2, 9-19.

Rahayuningtyas, N., Daryanto, T., and Purwani, O., 2017, ‘Penerapan Arsitektur Kontekstual Dalam Perancangan Kawasan Wisata Budaya Samin Di Blora’, Region, vol.15, no. 2, 378-388.

Rifai, A., 2010. ‘Perkembangan Struktur Dan Konstruksi Rumah Tradisional Suku Bajo Di Pesisir Pantai Parigi Moutong’, ruang, vol. 2, 31-38.

Suharyani, S., 2018, ‘Identifikasi Material Scaffolding Sebagai Alternatif Tempat Tinggal Untuk Kalangan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)’, SINEKTIKA, vol.15, 23-33.

Wixon, D., Holtzblatt, K., and Knox, S., 1990, ‘Contextual Design: An Emergent View of System Design’, CHI’90 Proceedings, 329-336.

Alhamdani, M. Ridha, 2010, Strategi dan Aplikasi Pendekatan Kontekstual dalam Perancangan Karya Arsitektural Renzo Piano (tesis), Program Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Calthorpe, P., & Fulton, W. B. (2001). The Regional City: Planning for the end of sprawl. Washington, DC: Island Press.

Landry, C. (2006). The art of city-making. London: Earthscan.

Trancik, R. (1986). Finding lost space: Theories of urban design. New York: Van Nostrand Reinhold.




DOI: http://dx.doi.org/10.36448/ja.v11i1.1635

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License