PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN BAKAR DAN REMAPPING DERAJAT PENGAPIAN MENGGUNAKAN SISTEM DUAL FUEL BIOGAS - PERTALITE TERHADAP PERFORMA SEPEDA MOTOR 4 TAK

Zein Muhamad, Gede Alex

Abstract


Bahan bakar yang bersumber dari minyak bumi yang terus menipis sehingga manusia menemukan teknologi untuk mengefisienkan kinerja mesin, penelitian juga dilakukan untuk mencari alternatif bahan bakar selain minyak bumi. Bahan–bahan yang sebelumnya tidak diperhitungkan sebagai bahan bakar di uji coba dan dikaji kelayakannya sebagai bahan bakar. Biogas adalah salah satu sumber energi alternatif, sumber energi ini berbentuk gas yang didominasi oleh gas metana (CH4) dan gas karbondioksida (CO2) yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif pada motor bakar. Pada penelitian dapat menunjukan pengaruh dual fuel bahan bakar pertalite dan biogas dengan remapping derajat pengapian terhadap performa pada motor bakar bensin. Remapping adalah memetakan atau penentuan derajat waktu pembakaran atau pengapian. Remapping bisa dilakukan dengan cara analisa dengan program komputer dan cara manual. Sedangkan, Dual Fuel adalah suatu sistem bahan bakar ganda pada mesin pembakaran menggunakan bahan bakar alternatif seperti gas alam (CNG), LPG, atau biogas. Pada pengujian diketahui variasi tekanan biogas dan remapping derajat pengapian sangat berpengaruh terhadap kinerja motor bakar disetiap variasi pengujian. Nilai torsi tertinggi didapat dengan nilai torsi sebesar 33,00 N.m. Kemudian daya yang tertinggi dengan nilai daya sebesar 466,12 watt. Pada konsumsi bahan bakar spesifik (Sfc) terendah didapat dengan nilai 0,000106636 Kg/Watt.menit. Dan diketahui variasi tekanan biogas dan remapping derajat pengapian sangat berpengaruh terhadap gas buang disetiap variasi pengujian. Untuk karbon monoksida (CO) nilai yang terendah didapat dengan nilai 0,0022 %, Sedangkan pada emisi gas buang karbondioksida (CO2) nilai yang tertinggi didapat dengan nilai 51,61 %.

 


Keywords


Bahan Bakar; Remapping Derajat Pengapian; Sistem Bahan Bakar.

Full Text:

PDF

References


Arends, BPM dan H.Berenschot. 1980. Motor Bensin. Jakarta : Erlangga.

Buku Pedoman Reparasi Honda Supra X 125 PT. Astra Honda Motor.

Hames, R.J., R.D. Staub, and R.W. Amann, “DDEC Detroit Diesel Electronic Control,” SAE paper 850545, 1985.

Hamburg, D.R., and J.E. Hyland, “A Vaporized Gasolin Metering System for Internal Combustion Engines,” SAE paper 760288, 1976.

Jama, Jalius dan Wagino.2008. Teknik Sepeda Motor Jilid 1. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.

Jama, Jalius dan Wagino. 2008. Jilid 2. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.

Keputusan Direktur Jendral Minyak dan Gas Bumi. Nomor : 3674K/24/DJM/2006. tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar Minyak Jenis Bensin yang Dipasarkan di dalam Negeri.

Muchammad. 2010. Analisa Energi Campuran Bioetanaol Premium. Rotasi. Volume 12. Nomer 2:31-33.

Peraturan Presiden Republik Indonesia No.05 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional.

Pratama, Dimas O. dan Sutjahjo, Dwi. H.. 2014. Pengaruh Campuran Bioethanol Murni Dengan Bahan Bakar Premium Terhadap Emisi Gas Buang Motor Honda Supra X 125 Tahun 2007. JTM. Volume 03. Nomor 02: 95 – 103.

Raharjo, Winarno Dwi dan Karnowo. 2008. Mesin Konversi Energi. Universitas Negeri Semarang : Semarang.

Sarjono dan Febriyanto, Debi. 2012. Pengaruh Penggunaan Bahan Bakar Biopremium E10 Dan Premium Terhadap Performance Mesin Pada Motor Yamaha Jupiter Z 2004. Majalah Imiah STTR Cepu. Nomer 15:1-6.

Supraptono. 2004. Bahan Bakar dan Pelumas.. Jurusan Teknik Mesin UNNES :Semarang.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.