Pemanfaatan Serbuk Marmer Sebagai Bahan Alternatif Pengganti Semen Pada Campuran Beton Normal

. Susilowati

Abstract


This research was conducted to observe the effect of marble waste to reduce the amount of cement on compression strength and tensile strength of normal concrete, know the size difference of compression strength and tensile strength of concrete with marble waste compared with normal concrete without waste marble, concrete knowing failure mode and to know the changes workability concrete mixture with the use of marble waste using the slump test . From the research results can be summarized as follows: (1) the greater use of marble powder in the concrete mix concrete slump value increases, (2) Use of waste marble in this study, it can not be fully used as an alternative material replacement of cement, but was able to raise the strength of concrete on the use of marble waste 5% by weight of cement, (3) the pattern of failure that occurs due to compression strength testing on all cone-shaped specimens, while the result of tensile testing, specimens were experiencing splitting, (4) compression strength and tensile strength result in fractional-shaped concrete blocks, there is no segregation in plain concrete, and the load when test result in parts of the coarse aggregate

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan limbah marmer untuk mengurangi sejumlah semen pada kuat tekan dan kuat tarik beton normal, mengetahui besarnya perbedaan kuat tekan dan kuat tarik beton dengan limbah marmer dibandingkan dengan beton normal tanpa limbah marmer, mengetahui pola keruntuhan beton serta mengetahui perubahan kelecakan adukan beton dengan pemakaian limbah marmer menggunakan slump test Dari hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) semakin besar penggunaan serbuk marmer pada campuran beton maka nilai slump beton meningkat (2) Pemakaian limbah marmer pada penelitian ini, ternyata tidak dapat sepenuhnya digunakan sebagai bahan alternative pengganti semen, tetapi mampu menaikkan kekuatan beton pada penggunaan limbah marmer 5% dari berat semen, (3) pola keruntuhan yang terjadi akibat pengujian kuat tekan pada semua benda uji berbentuk cone, sedangkan akibat pengujian kuat tarik, benda uji mengalami splitting, (4) pengujian kuat tekan dan kuat tarik menghasilkan pecahan beton berbentuk bongkahan-bongkahan, tidak terjadi segregasi pada campuran beton normal, dan beban saat pengujian mengakibatkan belahan pada agregat kasar.


Keywords


compression strength, concrete, waste marble, slump test .

Full Text:

PDF

References


Annual Book of ASTM Standars. 1994. “Concrete and Aggregates”.Volume 04.02.

Badan Standardisasi Nasional, SNI T-15-1990-03. ”Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal”. Badan Standardisasi Nasional

Badan Standardisasi Nasional, (2002), SNI 15-2049-2004: Semen Portland, Badan Standardisasi Nasional.

Gani, M.S.J., (1997). “Cement and Concrete”, London: Chapman&Hall.

Idris, A.A. dan Lasino.1988. Penelitian Pemanfaatan Limbah Kapur Industri Soda Untuk Bahan bangunan. Jurnal Penelitian Pemukiman.Vol. IV No. 7-8 Juli-Agustus. Bandung.

Murdock, L.J. dan K.M. Brooks. 1979. “ Concrete Material and Practice”. Terjemahan Stephanus Hindarko. 1991. “Bahan dan

Praktek Beton”. Erlangga. Jakarta

Nawy, E.G., (1996), Reinforced Concrete: A Fundamental Approach 3rd edition, New York: Prentice Hall.

Wahyu Budi Wibowo. 2007. “Pengaruh Penambahan Trass Muria Terhadap Kuat Tekan dan Daya Serap Air Pada Bata Trass Kapur”. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang

__________ . 1987. Project Proposal Industri Marmer lampung. PT Grammer Panca Negara. Bandar lampung




DOI: http://dx.doi.org/10.36448/jaubl.v1i2.292

JURNAL ARSITEKTUR saat ini terindeks:

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License